Demo Room Practical Room Other Facilities
Professional Adult (Dewasa) Child (Anak) Special Design
Press Gallery Photo Gallery Video Gallery

Artikel Chezlely

Ketupat

ketupat.jpg

Ketupat dan lontong boleh dibilang merupakan makanan dari budaya masak khas Asia Tenggara khususnya rumpun Melayu. Di Indonesia dan Malaysia, Hari Raya Idul Fitri alias lebaran rasanya tidak afdol tanpa ketupat.

Di Jawa, satai baru asyik kalau ditemani lontong. Selain itu, lontong enak pula dinikmati bersama pecel atau gado-gado, soto, opor, gulai, dan sayur lodeh. Sementara coto makasar yang khas Sulawesi akan lebih nikmat jika disantap bersama buras.

Orang Banjar lain lagi, mereka mempunyai ketupat raksasa yang dipotong tipis-tipis untuk soto banjar yang lezat itu. Sedang di Sumatera Barat orang suka makan ketupat ketan dengan rendang atau tapai ketan hitam.

Arem-arem pun hampir tidak pernah absen sebagai bekal perjalanan. Di Jawa Barat lontong isi ini biasa disebut buras. Memang makanan padat sejenis ketupat dan lontong banyak variasinya. Selain praktis, tahan lama, dan mudah dibawa dalam perjalanan, ketupat maupun lontong sudah menjadi bagian dari tradisi yang sukar ditinggalkan.

Karena proses pembuatan ketupat membutuhkan waktu lama (3-4 jam), masak ketupat atau lontong satu hari sebelum disajikan. Agar ketupat tahan lama, bungkus ketupat yang telah dingin dengan kantung plastik, lalu simpan dalam lemari es (akan tahan 3 hari) atau dalam freezer (tahan 1 bulan). Sebelum disajikan, kukus dulu ketupat yang telah disimpan dalam lemari es. Untuk ketupat beku, keluarkan dari freezer sekitar 12 jam/semalam sebelum disajikan, lalu simpan dalam lemari es. Kukus dulu sebelum dihidangkan.