Demo Room Practical Room Other Facilities
Professional Adult (Dewasa) Child (Anak) Special Design
Press Gallery Photo Gallery Video Gallery

Artikel ChezLely

Tumpeng

tumpeng.jpg

Masih ingatkan pada kegiatan Peluncuran Program Professional Cuisine Indonesia pada 18 September 2013. Ketika itu untuk menandai peresmian program baru tersebut dibuatlah nasi Tumpeng. Hidangan ini kerap hadir pada berbagai kegiatan atau perayaan yang dibuat oleh masyarakat.

Hidangan ini sudah ada sejak dulu dan didominasi warna putih dan kuning. Warna putih melambangkan kesucian, sementara warna kuning merupakan lambang kemakmuran dan keberlimpahan rejeki. Bentuk kerucut nasi tumpeng pun mengartikan kekuatan Tuhan akan memberikan rejeki, kemakmuran, dan pertolongan bagi manusia, asalkan manusia itu taat beribadah dan hanya meminta kepada Yang Maha Kuasa.

Bagi masyarakat Jawa, kata tumpeng memiliki arti “yen metu kudu sing mempeng (jika ke luar harus dengan bersungguh-sungguh). Saat disajikan, tumpeng dilengkapi dengan tujuh macam lauk-pauk yang ditaruh di sekeliling tumpeng.

Namun demikian ada juga tumpeng yang berisi lauk-pauk di dalamnya. Tumpeng ini dibuat oleh masyarakat Sunda sehingga dikenal sebagai Tumpeng Sunda. Rupa yang sama juga dapat dijumpai pada Sego Mbeldos hidangan khas dari Probolinggo.

Karena isiannya berada di bagian dalam, maka proses pembuatan tumpeng menjadi berbeda. Bahan pembuat tumpeng pun tidak hanya beras tetapi juga ketan. Keduanya dimasak bersamaan dalam wadah berbeda. Baru setelah itu dicampur hingga rata. Nasi pun siap dimasukkan dalam cetakan kerucut.

Sebuah alu ditempatkan di tengah untuk menekan nasi agar tercipta sebuah lubang. Satu per satu lauk-pauk dimasukkan ke dalam lubang, sambil sesekali ditekan agar padat. Begitu seterusnya sampai penuh dan padat. Baru dibalik dan ditaruh ditampah. Tumpeng pun siap dihias dan disajikan.